Friday, September 25, 2009

Salam Aidilfitri..

0 comments
Dari kiri : Afifah, Nazeer, Bapak (Rahim), Atuk (Hajjah Aisyah), Mak Teh, Atiqah, Radi, Afiq, Chu Arip, Pak Teh, Mak, Najib, Mak Long, and Faseehah..


Read More......

Hujan feat Raihan..Lagu Raya yang best..

0 comments



Read More......

Thursday, September 17, 2009

Salam Aidilfitri..Ramadhan..aku ingin kembali

0 comments
Kini ku mengerti kenapa sahabat Nabi mahukan ramadhan sepanjang tahun..Ramadhan telah memikat dan mengikat mereka semakin kuat dgn Allah SWT..Rama dhan juga telah menguatkan ukhuwwah kita..Ramadhan adalah Sahabat Sejati bagi kita walaupun orng fasik ...menjadikan Ramadhan musuh mereka..Ramadhan tahun ini meninggalkan memori mendalam pada kita semua..Rasa tidak mahu berpisah dengan Ramadhan kerana belum puas bergaul dengannya..Terima kasih Ramadhan kerana sudi menjadi sahabat ku tahun ini..Sudiakah engkau menjadi sahabatku lagi 1431 H akan dtg? Kerana ku rasa malu seperti tidak menghargai persahabatanmu tahun ini..

Terima kasih juga kerana menyegarkan akhlakku, menguatkan akidahku, menyuburkan rinduku pada Tuhanku..Terima kasih Ramadhan kerana kau, Allah telah membuatkanku semakin rindu dan sayang pada sahabat2ku..Maafkan aku Eidulfitri kerana namamu tidak sebanyak Ramadhan ku tulis, mungkin kerana hadirmu sehari, Ramadhan setahun..Terima kasih juga kerana walaupun sehari tapi kau hadir atas arahan Allah pasti adahikmahnya sebagai tanda terima kasih kepada Ramadhan!

SAHABATKU, KU MOHON KEMAAFAN SEPANJANG PERKENALAN KU DENGANMU TELAH MENGECEWAKAN MU KERANA MUNGKIN KU BELUM CUKUP PANDAI UNTUK MELAYANMU..KAU SEPERTI RAMADHAN TIDAK BERDOSA KEPADAKU, KERANA KEHADIRANMU KU SEMAKIN RINDU PADA ISLAM DAN PERJUANGANNYA.. SALAM EIDULFITRI SAHABAT - Nukilan Sahabat Fairuz Al Jengkari
Read More......

Tuesday, September 1, 2009

Membuka hijab antara ku dengan Tuhan

0 comments
Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri sebagaimana terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah. Dengan segala rahmatnya, Allah memberikan jalan kembali kepada ketaatan, ampunan dan rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat. Seperti diterangkan dalam surat Al Baqarah: 160 "Dan Akulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat."

Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

Tepatlah kiranya firman Allah dalam surat Ali Imran ayat: 133, "Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."

Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Sebagaimana dijelaskan dalam surat At-Tahrim: 66, "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bresamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan 'Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kamidan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu'".

Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".

Di bulan pengampunan, Ramadhan yang "Syahrul Maghfirah" ini adalah saat yang tepat untuk kita bertaubat. Bagi yang sudah bertaubat mari memperbarui taubatnya dan yang belum taubat mari bergegas kepada ampunan Allah. 10 hari kedua bulan Ramadhan merupakan masa maghfirah (ampunan) sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Abu Haurairah "Ramadhan, awalnya Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya dibebaskan dari api neraka" (H.R. Ibnu Huzaimah).

Selamat menjalankan ibadah puasa.


(Oleh Muhajriin Abdul Qadir, Lc)
Read More......

Bunga Taubat berkuntum di 15 Ramadhan..

0 comments
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." Al-Baqarah: 222
Kusyukuri ni'mat Ramadhan kali ini kerana Tuhan sangat mengasihiku memberi peluang yang seluas-luasnya ku kembali kepada-Nya meskipun tak henti-henti ku tersasar dan diharung dosa akibat turutan nafsu yang kian mengukuhkan hijab antara ku dengan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun.

Tuhan, setelah 15 Ramadhan berlalu ku merasai turun naiknya imanku ibarat roda berpusing yang kadang-kadang berada di atas dan kadang di bawah...

Tuhan, 15 Ramadhan berlalu, aku pasrah ini sahaja Ramadhan yang termampu kupersembahkan meski masih terlekat daki-daki kekotoran..namun 15 hari lagi bakalku hadapi kutetapi dengan azam membersihkan diri dari kekotoran lalu..

Read More......
Blog Widget by LinkWithin
 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com